Hasil resume hari ke-1

 Kehidupan Berbangsa, Bernegara, Jati diri bangsa, dan Pembinaan Kesadaran Bela Negara

    Etika, nilai, dan moral diibaratkan sebagai semen perekat yang penting untuk mempersatukan sebuah bangsa, karena tanpa integritas dan ketaatan pada etika, tidak akan ada dasar untuk kehidupan bersama yang baik. Bangsa yang tidak memiliki fondasi moral akan diwarnai oleh ketidakpercayaan dan konfik. Oleh karena itu, pembangunan suatu bangsa tidak hanya membutuhkan modal fnansial, tetapi juga modal integritas dan nilai yang dapat menciptakan rasa saling percaya. Di Indonesia, Pancasila menjadi landasan moral bersama yang memastikan kehidupan berbangsa tidak didominasi oleh mayoritas-minoritas, melainkan berdasarkan nilai-nilai yang disepakati bersama. Kemampuan para pendiri bangsa dalam merumuskan nilai-nilai ini merupakan suatu kejeniusan yang luar biasa.


Penguatan literasi keuangan dan kesejahteraan mahasiswa

    Warren Buffett, seorang investor dunia dengan kekayaan setara Rp2.300 triliun atau hampir sama dengan aset Bank Mandiri, pernah menyampaikan bahwa investasi terpenting adalah investasi pada diri sendiri. Aset paling berharga bukanlah uang, melainkan potensi individu yang dimiliki setiap orang. Hal ini bisa dilihat dari contoh Raffi Ahmad, yang dua puluh lima tahun lalu hanya dikenal sebagai artis lenong di televisi, namun kini sukses sebagai entertainer, pebisnis, sekaligus tokoh dengan posisi strategis. Begitu pula Stephen Chow dalam film Kung Fu Hustle yang menunjukkan bagaimana potensi diri, bila digali dan dikembangkan, dapat berubah menjadi kekuatan besar.

    Fenomena lain yang relevan adalah kondisi pensiunan di Indonesia. Berdasarkan survei, 39,6% pensiunan masih bergantung pada anak atau menantu, dan 38,2% bergantung pada usaha atau pekerjaan sendiri. Artinya, sekitar 70–80% pensiunan belum memiliki sumber penghasilan yang mandiri. Dengan rata-rata usia pensiun 55–56 tahun dan harapan hidup hingga 75 tahun, ada sekitar 20 tahun masa hidup tanpa penghasilan yang pasti. Hal ini seringkali membuat para pensiunan hanya bergantung pada uang pensiun yang jumlahnya jauh lebih kecil dibandingkan saat masih aktif bekerja.


Sistem pendidikan tinggi di UNUSA

    UNUSA terus berkembang pesat dengan visi menjadi universitas terkemuka di Asia, ditandai peningkatan akreditasi mayoritas program studi, kerja sama internasional, serta pengembangan program baru mulai S1, S2, hingga rencana S3. Melalui prinsip continuous improvement, UNUSA mendorong mahasiswa untuk menemukan dan mengembangkan potensi diri, baik melalui profesi, hobi, maupun kegiatan organisasi. Program double degree dengan universitas luar negeri, rencana kelas internasional, serta dukungan kewirausahaan menunjukkan komitmen UNUSA melahirkan generasi unggul yang profesional, kreatif, berdaya saing global, dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

InstagramFacebookTikTok

UNUSA, Fakultas keperawatan dan kebidanan

Lihat juga



Komentar

Postingan populer dari blog ini

RESUME Unusa Ambil Sumpah 136 PPG Prajab

Hasil resume PKKMB prodi